Posted by: scootman | April 18, 2007

Bila Aku Jatuh Cinta

Bila Aku Jatuh Cinta….

Intermezo kali ini, aku akan membahas soal bagaimana proses ketika aku jatuh cinta, mulai saat kenal cewek hingga ketika aku harus mengatakan, “Aku sayang padamu”. Lihat diagram alir (flowchart) di samping. Anggap posisi A adalah saat dimana aku menghabiskan hari-hari dengan bekerja, belajar, atau kegiatan rutin lainnya. Suatu ketika, aku bertemu dengan seorang cewek, dan akhirnya mengenalnya. Kenal di sini juga bisa diartikan hanya sekedar tahu saja. Kemudian, aku akan sampai pada pertanyaan, apakah cewek ini sesuai dengan cewek ideal yang aku idam-idamkan? Well, aku selalu mulai dari fisik, atau casing. Maklumlah, di sini aku baru saja kenal dia, jadi tentu saja aku belum tahu kecantikan hatinya. Jujur, cewek ideal ini kriterianya terbentuk baru ketika aku bertemu dengan seorang yang sudah sering aku ceritakan di blog ini. Seorang yang sangat mempengaruhi pembentukan emosi hingga pendewasaan seorang Galih. Dari situ, aku secara tak sadar membuat semacam template, bahwa cewek ideal itu seharusnya seperti dia.
Oke, apa sih kriteria cewek idealnya Galih itu? Jika melihat kepada siapa aku selalu jatuh cinta, maka kriteria itu akan menjadi: dia mesti berwajah imut-imut, wajahnya sejuk jika dipandang — seperti ada salju yang menyelubungi wajah beningnya , kecil tidak bongsor, dan berkerudung anggun.
Sampai di sini, hampir dipastikan aku akan jatuh cinta pada pandangan pertama. Dunia akan mulai terasa terbolak balik, dalam pikiran hanya akan ada wajahnya, ketika keberadaannya tiba-tiba tak ada di sekitarku sehingga aku akan merasa kehilangan karena tak bisa mencuri pandang wajah sejuknya lagi.
Aku akan berusaha cari perhatian, berusaha selalu berada di radius pandangannya, dapatkan fotonya dengan atau tanpa seizinnya, dan berusaha memandang wajahnya selagi masih bisa.
Semakin dekat dengannya, akan ada gangguan-gangguan yang pasti datang. Yang paling sering terjadi adalah: ia sudah punya cowok! Pastilah, cewek seperti itu biasanya memang menjadi pujaan banyak orang. Sampai di sini aku takkan berani mendekatinya lagi. Aku akan sesegera mungkin menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya, berlindung dibalik wajah kekanak-kanakan yang sering aku andalkan untuk kutunjukkan kepada semua orang. Namun aku sering tak sadar bahwa aku akan menunggunya hingga entah kapan. Gangguan model lain adalah jika saingan yang terlalu banyak. Aku mungkin adalah orang yang sangat sombong, namun dalam soal kejar-mengejar cewek, aku tak bisa sesombong biasanya. Tak banyak yang kumiliki untuk bisa mempesona seorang cewek model begini. Baginya, akan ada terlalu banyak pilihan yang bisa dipilih.
Nah, apakah gangguan-gangguan tadi mematahkan semangatku? Seperti yang telah kukatakan, jika patah semangat, aku akan mundur teratur, perlahan-lahan menjauhi hingga hati ini tenang kembali. Jika kesempatan untuk mendapatkannya masih terbuka: YO! KEJAR DIA COI!! Dekati dia dalam tahap yang lebih serius. Artinya aku akan mulai mengenal hatinya, sifatnya, dan semacamnya. Akan lebih berbahaya jika aku telah jatuh cinta karena kecantikan hatinya, karena jika jatuh akan lebih lama sembuhnya.
Bagaimana responnya adalah reaksi yang tentu akan kulihat. Berdasarkan Hukum Newton II tentang Aksi-Reaksi, cewek adalah makhluk paling sensitif mengenai hal ini. Ia pasti tahu bahwa hingga titik ini aku telah jatuh cinta padanya. Dia akan merespon. Bagaimana responnya pun sudah bisa dideteksi hingga titik ini. Contoh respon negatif: ia akan mulai malas bales SMSku, dengan alasan yang paling aman, “ndak punya pulsa mas”. Ia akan selalu tersenyum ramah menyambutku, tapi ia tak akan pernah melakukan inisiatif duluan. Yang dia lakukan hanyalah menerima dan reaksinya hanyalah agar aku tidak kecewa karena tidak mendapatkan respon yang baik.
Titik ini yang paling vital. Sampai di sini sebenarnya sudah bisa diketahui hasil akhir petualangan ini. Jika responnya positif, ah tentu saja tidak masalah. Namun bagaimana jika responnya negatif? Jika aku berani dan nekat, aku akan meneruskan dengan menyatakan cinta secara terbuka kepadanya. Jika aku memutuskan mundur, maka flowchart kita akan kembali ke state A.
Tak banyak yang bisa membuatku nekat. Banyak hal yang aku pertimbangkan, dan jika pertimbangan itu membuatku harus mundur, aku akan memilih mundur. Namun dalam sejarah, dalam kasus flowchart ini, ketika aku mulai jatuh cinta, aku tak pernah mendapatkan respon positif yang memaksaku untuk maju ke state “Pernyataan Cinta” dan hanya sekali pula aku nekat melakukannya.
Hingga saat aku harus mengatakan, “Aku sayang kamu….. ”
Tentunya kau tahu kan siapa orang yang aku kasih kata-kata itu? Hanya sekali. Dan aku tak pernah ada di state E (diterima). Aku mesti melalui state patah hati karena ditolak. Di titik ini, aku mengenal tipe-tipe cewek yang paling egois dan hanya memikirkan diri sendiri, yaitu cewek yang sudah menolak untuk dimiliki, namun selalu berusaha agar aku tetap memberikan cintaku padanya tanpa ada komitmen. Hanya perlu langkah mudah bagi seorang cewek untuk membuat cowok yang menyayanginya berbuat begitu. Hehehe…
Penjelasan flowchart di atas selesai sampai di sini.
Lalu bagaimana jika kamu didekati cewek Lih? Apa yang kamu lakukan? Tunggu ceritanya di posting-posting berikutnya…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Nice Camp Outdoor Activities

Sewa Peralatan Kemping Kemah Camping, Sewa Tenda Kemping Kemah Camping

" BerScooTer KitA BeRsAudara "

"Jabat Erat PerSaudaraan scooterist"

%d bloggers like this: