Posted by: scootman | April 18, 2007

WILD HOGS Film parodi para Bikers

WILD HOGS
Parodi Para Bikers

John Travolta pun siap bermain dalam sequel film ini.

                                

Suara berat corong knalpot Harley Davidson terdengar. Pagi itu Woody Stevens (John Travolta) meluncur di jalanan Cincinnati. Dari sebuah tikungan, Doug Madsen (Tim Allen) muncul. Bobby Davis (Martin Lawrence) menyusul beberapa detik kemudian dengan aksesori bikers sejati di tubuhnya: jaket kulit, helm pilot pesawat tempur, dan sepatu boot.

Dudley Frank (William H Macy) muncul belakangan. Mereka adalah anggota ‘the Wild Hogs’, geng para penunggang moge alias motor gede. Seperti ritual para bikers, keempatnya lalu melakukan jabat tinju. Tangan dikepal, lantas tinju pun diadu di udara. Tapi, jabat tinju ini malah membikin moge Dudley terhuyung-huyung ke trotoar jalan. Dan, dahi Dudley membentur sebuah kotak surat.

Inilah parodi para bikers lewat Wild Hogs. Jika klub penunggang moge identik dengan citra maskulin, maka pada Wild Hogs seluruh karakter maskulin ini dilucuti sejadi-jadinya. Dibesut sutradara muda Walt Becker, serta diperankan tiga komedian (Allen, Lawrence, dan Macy) dan satu aktor multitalenta (Travolta), kisah para Harley Davidson mania ini menjelma lelucon yang mengocok perut.

Wild Hogs mengisahkan kehidupan empat pria yang dilanda krisis paruh baya. Kuartet pria ini muak dengan rutinitas hidup dan ingin kembali muda. Pada saat bersamaan mereka dibelit beragam persoalan pelik. Woody seorang pebisnis yang kini bangkrut dan ditinggalkan istrinya. Doug adalah seorang dokter gigi sukses tapi selalu diremehkan anak lelakinya. Bobby dipecat dari pekerjaannya dan terpaksa hidup di bawah teror sang istri. Sementara Dudley, seorang pakar IT, selalu ditolak mentah-mentah para gadis.

Di atas sadel motor mereka menumpahkan kegetiran hidupnya. Woody pun mengutarakan ide untuk cross country selama sepuluh hari. Ketiga temannya langsung setuju. Maka, kekonyolan-kekonyolan pun dimulai. Kelucuan demi kelucuan tercipta sepanjang jalan. Namun, episode keceriaan para bikers gadungan ini berakhir ketika mereka mampir di bar milik Del Fuego di New Mexico. Del Fuego adalah nama sebuah geng bikers tulen. Ketika Jack (Ray Liotta), pimpinan Del Fuego, mengusir Woody dan kawan-kawan setelah sebelumnya merampas motor Dudley, kericuhan pun dimulai.

Krisis paruh baya dan petualangan di alam liar adalah tema yang mengingatkan pada City Slickers (1991) yang dibintangi komedian Billy Crystal. Namun, verbalisasi humor segar, sekaligus vulgar, pada Wild Hogs tampak lebih mengekor pada Van Wilder, film komedi pertama Walt Becker yang menangguk sukses pada 2002.

Becker dan Wild Hogs adalah dua daya tarik. Di usianya yang 39 tahun, Becker baru membikin tiga karya film sejak lulus kuliah sinematografi pada 1995. Namun, ia berhasil membuat John Travolta yang dikenal sangat anti-film sequel setuju berperan kembali di Wild Hogs 2. Wild Hogs memang menangguk sukses besar. Hanya film kontroversial, 300, yang mampu menggeser posisinya dari peringkat pertama box office Amerika Utara Maret lalu.

Bagi Travolta, inilah film komedi paling sensasional setelah Get Shorty yang memberinya penghargaan aktor terbaik kategori film musikal dan komedi Golden Globe. Wild Hogs juga pantas disebut ‘keajaiban kecil’ lantaran mampu meraup sukses tanpa perlu menyodorkan racikan humor gaya baru. Bandingkan dengan Jim Carrey berikut gaya plastisnya atau Albert Brooks dengan kekuatan dialognya. Nyata sudah bahwa kekuatan Wild Hogs tertumpu pada tema parodi yang ditawarkan Becker. Ketika citra para bikers Harley Davidson dijungkirbalikkan, maka kelucuan tinggal menunggu momentum. Sedikit dialog konyol sudah ampuh meledakkan tawa.

Bagaimana dengan humor nonverbal? Jika mau sedikit ‘sinis’, humor nonverbal yang disodorkan Becker sepintas bagai mengadopsi film kartun Tom and Jerry. Benar-benar konyol. Tapi siapa peduli? Tidak ada aturan untuk tertawa. Wild Hogs membuktikan bahwa saraf humor tetap bisa digelitik dari delapan penjuru mata angin.imy

Pemain: John Travolta, Tim Allen, Martin Lawrence, William H Macy Sutradara: Walt Becker
Durasi: 100 menit
Produksi: Touchstone Pictures

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Nice Camp Outdoor Activities

Sewa Peralatan Kemping Kemah Camping, Sewa Tenda Kemping Kemah Camping

" BerScooTer KitA BeRsAudara "

"Jabat Erat PerSaudaraan scooterist"

%d bloggers like this: