Posted by: scootman | August 5, 2007

Sedikit Riwajat Lagoe Indonesia Raja.

Djikalaoe kita memikirken hal² jang terdjadi dalem penghidoepan manoesia, djalan’nja kebangasaan, hikajat doenia dan sebage’nja barangkali kita aken merasa tertjengang dengen peristiwa jang gandjil, ajaib atawa aneh.

Soedah di ketahoei bahwa Proklamasi di siarken pada tanggal 17 Agustus 1945 dimana Sang Merah Poetih dikibarken dan tentoe’nja Lagoe „Kebangsaan Indonesia Raja” di njanjiken. Aneh’nja djoestroe tanggal 17 Agustus poela tepat’nja hari Rebo taon 1938 sang pengarang (W.R. Soepratman)lagoe Indonesia Raja berpoelang ke Rahmadtoelah di Soerabaia.

Tepat 7 taon setelah W.R Soepratman masoek ke lobang koeboer, maka bangkitlah, tapi kali ini boekan djasat’nja melaenken soemanget jang masoek ke sanoebari seloeroeh rakjat Indonesia! (hm ini bisa dinamaken satoe kegandjilan boekan? Dan ini boekan satoe kesengadjaan jang sengadja di tjotjok²en).

„Lagoe Kebangsaan” dan „Bendera” tida bisa dipisahken dalem riwajat tiap² bangsa merdaeka!” maka itoe soenggoeh adjaib peristiwa ini seolah-olah toean W.R. Soepratman hidoep kombali di tengah-tengah bangsa’nja.

Sajang saja tida poenja tjatetan tentang penghidoepan toean W.R. Soepratman, selaen sedikit toelisan jang mengataken ia ada mendjadi pembantoe „SIN PO”. (maka pasti „Sin Po” lah jang pertama kali aken siarken itoe lagoe dalem bentoek media berita)

Dalem toelisan itoe lebih landjoet ada di kataken bahwa toean Wage boekan ada seorang terpeladjar, tetapi siapa kira nama’nja tida aken di loepaken dari tinta emas sedjarah bangsa Indonesia.

Asal moeasal lagoe „Indonesia Raja” jang telah di salin ke dalem bahasa Tionghoa, Inggris dan Djerman, ada ditoetoerken begini:

Waktoe pergeraken pemoeda² Indonesia belon menjiptaken „Indonesia Moeda”. Pada tanggal 26-28 Oktober 1928 diadaken Congres Pemoeda Indonesia (jeugd-congres) jang kedoea di Batavia atas pimpinan toean Soegondo. Disaat itoelah toean W.R. Soepratman ada soembangken satoe lagoe jang ia tjiptaken dan di beri djoedoel „Indonesia Raja” laen tida, dan tentoe dengen pengharepan kelak lagoe ini djadi lagoe kebangsaan.

Menoeroet toean Wage jang ia kataken bahwa sebetoel’nja itoe lagoe bertoedjoean oentoek mengandjoerken persatoean dalem kalangan bangsa Indonesia jang pada saat itoe ada terpetjah-petjah menoeroet pergerakan² jang bersifat mementingken segolongan² sendiri (provincialistisch)

Adapoen boenji’nja lagoe terseboet ada begini:

 

Indonesia tanah aerkoe,

Tanah toempah darahkoe;

Disanalah akoe hidoep,

Mendjadi pandoe iboekoe;

Indonesia kebangsaankoe,

Kebangsaan, tanah aerkoe;

Marilah kita berseroe:

„Indonesia bersatoe”.

 

Hidoeplah tanahkoe,

Hidoeplah negerikoe,

Bangsakoe, djiwakoe semoea;

Bangoenlah rakjat’nja,

Bangoenlah badan’nja

„Ontoek Indonesia Raja”

 

Indonesia, tanah jang moelia,

Tanah kita jang kaja;

Disanah akoe berada,

Oentoek selama-lama’nja;

Indonesia tanah poesaka,

Poesaka kita semoea’nja;

Marilah kita mendoa,

„Indonesia bahagia”

 

Soeboerlah tanah’nja,

Soeboerlah djiwa’nja,

Bangsa’nja, ra’jat’nja semoea;

Sadarlah hati’nja,

Sadrlah boedi’nja’

„Oentoek Indonesia Raja”

 

Indonesia tanah jang soetji,

Bagi kita disini,

Disanalah akoe berdiri,

Mendjaga iboe sedjati;

Indonesia tanah berseri,

Tanah jang terkoetjintai,

Marilah kita bernjanji:

„Indonesia berdiri”

 

Slamatlah ra’jat’nja,

Slamatlah poetra’nja,

Poelau’nja, laoet’nja semoea,

Madjoelah negri’nja

Madjoelah pandoe’nja

„Oentoek Indonesia Raja”

 

(oelangan refrein)

Indonesia Raja, moelia, moelia,

Tanahkoe negrikoe jang koetjinta,

Indonesia Raja, moelia, moelia,

Hidoeplah Indonesia Raja

2x

 

Begitoelah syair pertama jang ditoelis oleh toean W.R. Soepratman. Kaloe kita agak perhatian pada lagoe² kebangsaan beberapa negri, maka terliat djelas irama lagoe Indonesia Raja dari awal pelan dan diachiri dengen irama soemanget jang menjala-njala ini ada mentjiriken dimana satoe bangsa terdjajah jang maoe berontak oentoek lepas dari itoe iketan pendjajah jang moesti diachiri dengen satoe REVOLUSI jang gagah berani, seperti kaloe kita denger irama lagoe kebangsaan Franch, rasa soemanget jang menjala aken timboel di kita poenja benak.

Ini lagoe pada masa Dai Nippon telah ada sedikit peroebahan, dan lebih lagi pada masa kini soedah dioebah syair’nja (tampa si pentjipta taoe).

Sekarang saja bertanja apa nanti generasi mendateng bisa lagi dioebah syair’nja menoeroet selera pengoeasa saat itoe??? karena toch ia pikir doeloe orang soedah dengen lantjang oebah syair jang belon tentoe sependapet sang pentjipta. Sanget ironi sekali.

 

Tjamboek Berdoeri


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Nice Camp Outdoor Activities

Sewa Peralatan Kemping Kemah Camping, Sewa Tenda Kemping Kemah Camping

" BerScooTer KitA BeRsAudara "

"Jabat Erat PerSaudaraan scooterist"

%d bloggers like this: