Posted by: scootman | August 3, 2015

Ruwatan Anak Berambut Gembel di Dieng

IMG_0052 Wonosobo – Masyarakat Dieng memiliki keunikan. Sebagian anak-anak entah kenapa memiliki rambut gembel. Rambut itu harus dipotong dalam sebuah upacara yang menarik untuk disaksikan wisatawan yang datang ke Dieng Culture Festival 6. Mempunyai rambut gimbal bagi anak-anak di Dataran Tinggi Dieng merupakan suatu yang istimewa. Oleh karena itu, rambut anak-anak istimewa tersebut harus dipotong melalui sebuah prosesi upacara ruwatan potong rambut gembel. Upacara ruwatan ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Dieng culture Festival (DCF) VI. Acara digelar di Komplek Candi Arjuna, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (02/8/2015). IMG00886-20150802-1010 Upacara diawali dengan kirab dari rumah pemangku adat desa Dieng. Tujuh anak berambut gimbal kemudian diarak menuju kompleks candi Arjuna dengan menggunakan delman dan pakaian serta ikat kepala putih.

Jpeg

Jpeg

Untuk tahun ini ada Sepuluh anak rambut gembel yang mau diruwat anak tersebut adalah Intan Pratiei (6) dari Banjarnegara, Fariah (6) dari Banjarnegara, Fahrida Rahmayani (5) dari Wonosobo, Bangkit Adi Pratama (7) dari Wonosobo, Khuni Kharuinisa (7) dari Wonosobo, Siti Maesyaroh ( 8) dari Banjarnegara,Ahmad Bayu Wono (7) dari wonosobo ,Anisa Putri Kurniawati ( 4) dari kab wonosobo ,Rahma Nur Faizah (5) dari kab wonosobo l11357 Namun ada yang unik dalam prosesi pemotongan rambut gimbal anak-anak di Dieng ini. Pemotongan ranbut gimbal bisa dilakukan setelah sang anak berambut gimbal meminta sendiri dan meminta diberikan sesuatu oleh orang tuanya seperti permintaan anak-anak istimewa ini. Intan pratiei meminta kalung,Fariah meminta kalung, Fahrida Rahmayani meminta 3 ekor kambing , Bangkit Adi Pratama memintaan kesenian Lengger , Khuni Khaeruni nisa meminta 1 kranjang apel yang ada di dalam kulkas , Siti Maesyaroh meminta gelang dan kalung ,Akhamd Q bayu meminta getuk 2 biji,Khairul Anam meminta satu ekor kambing ,Aniisa putri Kurniawati meminta tahu putih dan ikan asin (jengli) dan yang terakhir Rahma nur faizah meminta sepeda. Setibanya di komplek Candi Arjuna, kemudian kedepuluh anak tersebut dipotong secara bergantian oleh pejabat pemerintah Banjarnegara. Setelah selesai kemudian rambut anak-anak gimbal itu langsung dilarung di Telaga Balekambang. Bisanya setelah anak rambut gimbal dipotong memalui prosesi ruwatan, mereka tidak akan sakit-sakitan dan rambutnya akan kembali normal seperti anak-anak lainnya. Bebeda jika si anak dicukur dengan tidak melalui prosesi ruwatan, biasanya anak tersebut gampang sakit. Sementara menurut, Istikomah salah seorang ibu dari para peserta ruwata ,mengatakan jika anaknya sudah mengalami rambut gimbal sejak berumur dua tahun. Dirinya mengaku tidak kaget karena dirinya dahulu juga mengalami hal yang sama. “Saya nggak kaget anak saya berambut gimbal, karena dulu saya juga begitu,” ujarnya. Dia menjelaskan, jika sebelumnya anaknya sendiri yang meminta dicukur di kawasan candi Arjuna dan meminta satu buah apel berwarna merah serta sepeda. “Dulu sempat anak saya minta tapi saya belum mantap, jadi baru terlaksana sekarang,” jelasnya.(kik)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Nice Camp Outdoor Activities

Sewa Peralatan Kemping Kemah Camping, Sewa Tenda Kemping Kemah Camping

" BerScooTer KitA BeRsAudara "

"Jabat Erat PerSaudaraan scooterist"

%d bloggers like this: