Posted by: scootman | August 18, 2015

Diteriaki #SavepointG ,Divisi Humas Polri Akhirnya Kembalikan Poin G Tapi Begini Reaksi Netizen

CMlNL6uUAAAwlmw

Fans Page kepolisian republik Indonesia yaitu  Divisi Humas Mabes Polri Sepertinya dijadikan tempat oleh masyarakat untuk mengungkapkan kekesalannya kepada polisi lalu lintas  yang  Ngotot membela pihak pengendara moge harley saat acara Konvoi moge Jogja Bike Rendezvous 2015

Tanpa melihat apapun postingan yang dibuat oleh Admin FP Divisi Humas Mabes Polri , Hampir setiap menit masyarakat kompak sekali meramaikan fans page Polri tersebut dengan teriakan #SavePointG

2m26qyq

Mendapat serangan komen terus menerus  #SavePointG  dari masyarakat ,pihak admin fp Divisi Humas Mabes Polri akhirnya kepanasan juga & akhirnya memposting kembali Poin G pada PASAL 134 yang mengatur tentang Pengawalan kendaraan

Berikut ini Postingan terbaru fans page Divisi Humas Mabes Polri :

NEWS

PART 1
PENGAWALAN OLEH POLRI

Pengawalan kendaraan yang dilakukan oleh Polri pada dasarnya bertujuan agar terwujud dan terpelihara keamanan lalu lintas dan angkutan jalan. (Pasal 200 ayat (1) jo. ayat (2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (“UU LLAJ”).

Pada dasarnya kendaraan yang harus mendapatkan pengawalan adalah kendaraan yang mendapatkan hak utama, yaitu: (Pasal 135 jo. Pasal 134 UU LLAJ)
a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas;
b. Ambulans yang mengangkut orang sakit;
c. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas;
d. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia;
e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara;
f. Iring-iringan pengantar jenazah; dan
g. Konvoi dan/atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Polri.

Yang dimaksud dengan “kepentingan tertentu” adalah kepentingan yang memerlukan penanganan segera, antara lain: Kendaraan untuk penanganan ancaman bom, kendaraan pengangkut pasukan, Kendaraan untuk penanganan huru-hara, dan Kendaraan untuk penanganan bencana alam.

Ini berarti dapat saja konvoi motor gede (moge) meminta pengawalan Polisi jika memang dirasa hal tersebut untuk keamanan lalu lintas, baik kendaraan yang melakukan konvoi maupun kendaraan lain di sekitarnya.

Terkait dengan konvoi yang dikawal oleh Polisi ini adalah salah satu fasilitas yang diberikan Kepolisian untuk warga negara. Pengawalan tersebut bukan hanya untuk kelompok atau jenis kendaraan tertentu saja, tetapi Polisi memberikan pengawalan untuk semua warga yang membutuhkan pengawalan baik kendaraan bermotor maupun tidak, seperti sepeda untuk kegiatan fun bike.

Part 2 akan kami posting pada pukul 19.30 WIB

Tidak perlu nunggu waktu lama postingan  Divisi Humas Mabes Polri  diatas langsung diserbu netizen dengan komen lucu juga cacian & makian yang tak henti henti sambil tetap berteriak #SavePointG

Ir Oel rambu lalu lintas nya dan uu nya di buang aja pak…

Endra Mustakim Mikir dulu..Rapat Dulu#save point G

Azizal Yunan P tapi apa ya harus melanggar lampu merah ? ,

Rhensy Adiningrat Point A, B, C. dan F seppertinya jarang saya liat pak smile

Hadi Risma Kalo ane minta di kawal buat antar bini ke pasar boleh dong??

Nano yang gada surat sama plat nomor boleh di kawal ya “ndan” ?

Fuad Draxler Emang moge itu pasukan pemadam kebakaran,pasukan huru hara. Pasukan penjinak bom .atau pembawa peti jenazah.

Zay Carbonboy Bukan berarti karena mereka sudah minta pengawalan jadi anda2 semua mengesampingkan prioritas pengguna jalan yang lain! Mereka juga punya hak pak! Mungkin meraka punya kepentingan yang lebih mendesak dari pada om om yang hanya mau kumpul2 doang!

Gandung Id Boleh gitu kepolisian melakukan pengawalan sedangkan yang dikawal melakukan pelangaran peraturan. (Memakai strobo dan siren, dibelakang patwal) ini terjadi dan ada video…? Lazim kah seperti itu…?

Ikka Nisfully Mawaddah pengawalan boleh tp setidaknya saat lampu merah ya berhenti tohhh pak ! dibelakang moge tentu bnyk masyarakat kan. bnyk orang awam apalagi anak” klw mereka melihat tentu yang ditakutkan mereka akan meniru seperti itu lah wong saat sekolah di ajarkan lampu merah ya berhenti kok malah jalan. tentu itu secara gak langsung menjadi aneh bagi mereka

Iswahyudi JajungSetelah beberapa hari yang ditunggu….
dapat juga jawabannya. Tapi jawaban nya begitu mengecewakan.

#savePointG

Pihak Admin facebook Divisi Humas Mabes Polri kemudian menjelaskan keterangannya Part II bisa dibuka di link berikut ini >>> https://www.facebook.com/DivHumasPolri/photos/a.184838644878333.51797.117740101588188/1147542888607899/?type=1&theater

Postingan Polri part II ini nampak  kelihatan sekali membabi butanya pihak kepolisian untuk tetap membenarkan dan membela perbuatan polisi yang mengawal pengendara moge harley

Tak pelak postingan kedua Divisi Humas Mabes Polri tersebut kembali mendapatkan caci maki lebih keras lagi dari netizen seperti komen berikut ini:

Moko Widyatmoko Emang kalo berhenti sebentar di lampu merah apa masalahnya sih, pak? Acaranya jadi berantakan gitu? Kalo penjelasan point G saya bisa ngerti banget… kalo konvoi???? Berhenti sebentar, bapak yg minta dibilang terhormat… Sebentar doank, paling lama juga 60 detik… kasih teladan donk… jangan pembenaran dan pembodohan terus..

Prasetyo Lu Che Hau udah jelas rakyat gak setuju masih ngeyel …klo salah minta maf beres

Ade Saefudin Syah konvoi untuk kepentingan tertentu yang tertera dalam penjelasan point G pasal 134, selain yang tertera dipenjelasan itu tidak termasuk konvoi yang patut diprioritaskan.

Deri Ermanto pak saya dan pekerja akan konvoi pergi kerja bisa pake pengawalan tanpa macet??… udah salah masih aja cari pembenaran

Leon Idas Yang byar yg menang….

Rony Satrio Utomo ingat pesan Pak PRESIDEN: kerja,kerja,kerja jgn cman ber MOGE MOGE ria! betul?

Zummaroh AdyakmaRahman #savepointg…. Minta maaf hal sederhana pak …pak….

Jamri Simatupang pak pol saya ada pertanyaan kalau gitu.. MANA YANG JADI PRIORITAS jika ada hal sprti ini:
disebuah kota ada perempatan,:
jln 1: mobil ambulans

jln 2: mobil Damkar
jln3: kepala lembaga/negara, kedubes
jln4: rombongan moge (ketua moge ruquest yg kawal polwan cantik)???

Anwar Sofiyudin Part 2 batal, karena part 1 telah melanggar point G… Apologi macam apalagi di part 3 nanti #savepointG

Stefanus Ganjar HDCI udah rendah hati untuk minta maaf..dan mengaku terjadi pelanggaran.. Malah dr kepolisian cr2 pembenaran.Yg ada justru permintaan maaf HDCI jd tenggelem di mata masyarakat.

Pihak Admin facebook Divisi Humas Mabes Polri kemudian menjelaskan keterangannya Part III bisa dibuka di link berikut ini >>>https://www.facebook.com/DivHumasPolri/photos/a.184838644878333.51797.117740101588188/1147545258607662/?type=1&theater

Postingan Divisi Humas Mabes Polri yang ketiga ini sama hal nya dengan postingan sebelumnya tetap tidak mendapatkan simpati dari masyarakat yang ada justru cacian dan makian terus menerus tidak henti henti karena jengkel dengan sikap polisi yang tidak mau minta maaf & mau rendah hati mengakui kesalahannya

Harapan masyarakat kepada pihak kepolisian sebenarnya simple kok kepada pihak polisi yaitu mereka mau rendah hati dan minta maaf sebagaimana sikap Ketua HDCI ( Harley-Davidson Club Indonesia)  Yogyakarta Gatot Kurniawan yang mau meminta maaf kepada masyarakat atas aksi ugal ugalan para pengendara moge harley yang menerobos lampu merah

“Saya sebagai Ketua HDCI Yogyakarta dan panitia JBR mengapresiasi apa yang dilakukan Elanto. Itu sungguh luar biasa. Itu kritik sekaligus masukan bagi kami HDCI Yogyakarta dan panitia. Nanti akan jadi bahan evaluasi bersama,” ujar Gatot di Yogyakarta, Minggu (16/8/2015)

Gatot meminta maaf terkait oknum bikers yang melakukan aksi ugal ugalan tersebut. Permintaan maaf itu diucapkan karena aksi itu membuat warga Yogyakarta tidak nyaman. Menurut dia, Ketua HDCI Pusat Komjen (Purn) Nanan Sukarna dan panitia sudah berpesan agar bikers selalu menaati peraturan lalu lintas.

“Saat sambutan pembukaan Ketua HDCI pusat Komjen (Purn) Nanan sudah menginstruksikan agar menaati peraturan lalu lintas dan menghormati pengguna jalan,” pungkas Gatot.

Ketiga postingan Divisi Humas Mabes Polri malam ini justru semakin membuat rakyat indonesia mengamuk habis habisan dan menilai pihak kepolisian selalu membela pihak yang punya uang

Harapan rakyat indonesia kepada pihak kepolisian agar bisa menjadi pengayom rakyat masih jauh dari panggang, bagaimana bisa jadi pengayom rakyat jika rakyatnya sendiri justru makin antipati dengan sikap pihak kepolisian yang keras kepala membela pemotor gede harley arogan

Jika pihak polisi lewat Divisi Humas Mabes Polri terus menerus ngotot membela pengendara Moge Harley  tidak mau rendah hati dan minta maaf kepada masyarakat ,maka jangan salahkan rakyat indonesia jika nantinya memberi julukan baru Divisi Humas Mabes Polri dengan nama Divisi Humas Moge Harley

Sumber : Islamtoleran.com


Responses

  1. Visit the best trekking site in Rinjani mountain-Lombok island (3726m)
    Info and rate : http://www.rinjanipro.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Nice Camp Outdoor Activities

Sewa Peralatan Kemping Kemah Camping, Sewa Tenda Kemping Kemah Camping

" BerScooTer KitA BeRsAudara "

"Jabat Erat PerSaudaraan scooterist"

%d bloggers like this: