Posted by: scootman | January 23, 2017

Formal Sukses Gawe Wangi Pusere Jawa

aviary-image-1484885236010

Pemalang, Harian Pemalang – Pro kontra kegiatan yang dilaksanakan oleh Forum Masyarakat Pemalang (FORMAL) dengan tajuk “Ndonga Bareng, Nggo Pemalang. Bakar Kemenyan, Gawe Wangi Pusere Jawa” sudah terjawab dengan selesainya kegiatan tersebut pada pukul 23.00 Wib, yang dipusatkan di Alun-alun Pemalang, Kamis (19 /1)
Banyak pro kontra terhadap tajuk tersebut terutama di media sosial. Hal ini tentunya sudah diperhitungkan dan diantisipasi oleh panitia maupun penggagas acara. Dengan tajuk ini tentunya akan menggugah dan memberi rasa penasaran akan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Formal.
Formal ini didukung oleh 52 (empat puluh sembilan) komunitas ataupun lembaga yang ada di Kabupaten Pemalang, dan beberapa anggota dewan perwakilan daerah Pemalang yang mengatas namakan pribadi.
Menurut Ikmaludin Aziz, ketua Formal mengatakan komunitas maupun Pribadi-pribadi yang mendukung kegiatan ini karena mempunyai pandangan dan pemikiran yang sama ingin memajukan dan mewujudkan Pemalang Puserejawa. “49 (empat puluh sembilan) komunitas dan individu-individu yang mempunyai pandangan dan pemikiran yang sama, ingin benar-benar memajukan dan mewujudkan Pemalang pusere Jawa.” terang Ikmaludin Aziz ketua Formal dihadapkan para hadirin.
Diawali dengan tabur bunga yang dilaksanakan oleh peserta dari berbagai komunitas di makam Pangeran Benowo dan Taman makam pahlawan Sureng Jayana Yudha di Penggarit Pemalang pada Kamis (19/1) sore. Setelah itu direncanakan peserta sudah kumpul di depan Kabupaten pukul 19.00 wib.
Peserta baru kumpul pada pukul 20.20 wib, dan acara dilanjutkan dengan berbaris di depan gapura kantor bupati Pemalang menuju alun alun Pemalang. Sebelum berangkat dilaksanakan sambutan dari sesepuh yang dituakan yaitu Rois Faizal, salah satu wakil ketua DPRD Kabupaten Pemalang. Rois mengatakan bahwa dia datang di acara ini bukan mewakili lembaga DPRD Kabupaten Pemalang melainkan sebagai pribadi yang dituakan oleh komunitas masyarakat Pemalang.
“Berterima kasih bahwa teman-teman sangat peduli, ini merupakan komunitas Pemalang yang harus kita jaga.” kata Rois ketika diminta memberi kata sambutan sebagai orang yang dituakan. Lebih lanjut Rois berpesan, “Ini harus kita lestarikan jangan hanya hangat-hangat (tai) ayam, setiap event yang positif yang diselenggarakan oleh pemerintah Kabupaten Pemalang harus dilibatkan.”
Selanjutnya dilaksanakan do’a bersama dipimpin oleh Ki Surya Singa Carita, dengan meminta restu para sesepuh, pinisepuh, orang orang yang dituakan, para leluhur Do’a bersama dengan melafalkan surat Al Fatihah dilaksanakan oleh semua peserta dari berbagai komunitas yang ada.
Panitia menyatakan bahwa kegiatan ini dan doa bersama ini jauh dan tidak ada unsur syirik, sesat maupun menyesatkan. Kemenyan yang dijadikan tajuk acara pun tidak dibakar disini, yang terlihat dibeberapa foto yang beredar di media sosial bukan lah Kemenyan yang dibakar.
Peserta berjalan menuju alun alun Pemalang. Kanan kiri menuju tempat acara di tengah alun alun Pemalang di beri oncor terlihat artistik memberi simbol penerangan dan padange urip.

16114228_10212339100543301_213023413379266421_n
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Disambung dengan perform dari sanggar seni kaloka pimpinan Ki Kustoro, menampilkan Sendratari yang menceritakan ruwat sukerto di Kabupaten Pemalang. Sangat apik dan elegan seni budaya tari masih di uri uri di Pemalang, perlu ruang dan waktu dalam menyajikanya sebagai bentuk apresiasi masyarakat Pemalang dalam menghargai seni.

16114743_10212339104583402_3061052508590025562_n

Beberapa lagu Iwan Fals seperti pesawat tempur dan Bento yang dinyanyikan Jully Katari memukau penonton dan memaksa penonton untuk berjingkrak jingkrak. Di padu dengan teaterikal dari Jecky WS memberi tontonan yang apik. Perform selanjutnya menyuguhkan aliran Reggae Toscha Band dari Petarukan. Metal Pemalang, Yoto Taras dengan lagu lagu ndangdut Pemalangan dan diakhiri dari grup band Rolling Cruise yang membawakan lagu lagu Slank.
Dalam Sambutannya ketua Formal Ikmaludin Aziz, menyinggung kegiatan yang dilaksanakan dalam peringatan hari jadi Kabupaten Pemalang selama ini kurang melibatkan masyarakat sebagai subyek, hanya sebagai obyek, masyarakat hanya disuguhi berbagai kegiatan tanpa dilibatkan dalam proses kegiatan itu sendiri. “Baru kali ini kegiatan hari jadi Kabupaten Pemalang dilaksanakan oleh masyarakat, untuk masyarakat dari masyarakat karena kegiatan kita (ini) buka atau tidak agenda pemerintah daerah.” Jelas Ikmal. Lebih lanjut Ikmal mengatakan, “Formal mau atau tidak mau akan merangkul (semuanya), karena Pemalang bukan hanya milik pemerintah, (melainkan) Pemalang milik kita semua.”
Acara diakhiri dengan bersih bersih sampah yang ada di alun alun-alun Pemalang. (Red.HP)
Penulis : Sarwo Edy

Sumber : Harian Pemalang 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Nice Camp Outdoor Activities

Sewa Peralatan Kemping Kemah Camping, Sewa Tenda Kemping Kemah Camping

" BerScooTer KitA BeRsAudara "

"Jabat Erat PerSaudaraan scooterist"

%d bloggers like this: