Posted by: scootman | May 26, 2018

Vespa Berbahan Bakar Limbah Plastik Touring 1200 Km dari Jakarta – Bali

1

Dimas Bagus W melakukan riset selama empat tahun untuk mengembangkan teknik distilasi bertingkat sampah plastik menjadi bahan bakar.

Berawal dari keresahan soal limbah plastik, seorang pecinta vespa sukses menemukan metode mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar vespa. Uji coba perjalanan vespa berbahan bakar limbah plastik pun sudah dilakukan. Adalah Dimas Bagus Wijanarko, 42 tahun, yang resah bahwa Indonesia adalah negara dengan penyumbang sampah plastik ke lautan terbesar kedua di dunia, setelah Tiongkok.

Dalam satu tahun, ada 180 juta ton sampah plastik yang dibuang ke laut. Hal itu membuatnya Dimas merasa tak nyaman dan menggugah daya inovatifnya. Maka sejak, 2014 ia mulai riset dan total mengabdikan diri untuk upaya pengurangan sampah plastik. Menurut Dimas, ada banyak cara untuk mengolah sampah plastik.

Namun metode yang dia kembangkan cukup efektif untuk menghilangkan sampah yang paling sulit terurai itu. “Plastik yang dibuat di Indonesia itu 80 hingga 85 persen adalah minyak. Sisanya itu black carbon atau microplastik. Makanya proses penguraiannya lama karena sebagian besarnya minyak. Sementara itu fossil itu butuh waktu ratusan tahun untuk jadi minyak lagi,” paparnya. Ya, bagi Dimas, limbah plastik terbukti bisa berguna.

Limbah plastik menjadi bahan bakar bagi vespa tua miliknya. Untuk membuktikan, ia bersama sejumlah rekan mengendarai vespa berbahan bakar limbah plastik dari Jakarta menuju ke Bali. Vespa tua dan tingkahnya yang unik mengundang rasa penasaran setiap warga yang dilaluinya.

PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MENJADI BBM

Dimas bersama komunitas Get Plastik (Gerakan Tarik Plastik) lantas mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan. Peralatan yang dibawanya terbilang sederhana, hanya serangkaian pipa yang terhubung dengan tabung vakum bertekanan tinggi. Tabung tersebut tersambung dengan gas elpiji yang akan berfungsi sebagai pemanas.

Segumpal sampah plastik yang telah disiapkan masuk ke dalam tabung vakum. Tabung itu dipanaskan hingga mencapai 400 derajat Celcius. Lima menit kemudian, tetesan-tetesan minyak murni keluar dari pipa setelah melewati proses pendinginan pada temperatur normal. Dengan teknik distilasi bertingkat itu sampah plastik berubah menjadi bahan bakar.

3

 

Metode yang digunakan adalah pirolisis, yakni proses dekomposisi termokimia bahan organik melalui pemanasan tanpa menggunakan oksigen, atau dengan kadar oksigen sesedikit mungkin. Metode ini hanya menghasilkan residu berupa black carbon atau arang yang dapat dengan mudah terurai secara organik, serta gas propylene yang tidak berbahaya.

Riset Empat Tahun

Dimas tidak memiliki latarbelakang pendidikan terkait apa yang dilakukannya saat ini atauapun bekerja sebagai seorang teknisi. Namun diakuinya , selama empat tahun ia terus melakukan percobaan dan riset kecil. Semua pengetahuannya didapatkan hanya dari melihat internet dan membaca buku.

Tidak menyebutkan berapa biaya yang dibutuhkan untuk membuat peralatannya. Namun menurutnya masih sangat murah. Apalagi bahan plastik mudah didapat di sepanjang perjalanan. “Metode pengubahan bahan plastik menjadi bahan bakar ini sudah ada sejak bertahun-tahun lalu. Saya hanya merakit kembali dan menggunakannya untuk mengampanyekan pengurangan sampah plastik,” jelasnya.

Dengan mengubahnya menjadi bahan bakar, ia beranggapan bahwa sampah ini akan bernilai ekonomi jika dilakukan penelitian lebih serius. Namun bagi Dimas, yang terpenting saat ini adalah mengurangi sampah itu agar tidak terus menumpuk. Dalam prosesnya, minyak yang dihasilkan dari hasil distilasi ini bisa berupa solar, premium, maupun minyak tanah.

Melewati 15 titik pemberhentian, Dimas dijadwalkan akan tiba di Bali pada tanggal 30 Juni 2018. Sekretaris DLHK Kota Bandung Dedi Dharmawan mengapresiasi karya Dimas itu. Menurutnya, jika alat ini digunakan di tiap RW, ia percaya sampah plastik akan habis di tempat. Ia melihat bahwa persoalan sampah plastik di Kota Bandung pun sudah sangat serius.

Beberapa Kota sudah dilalui seperti Bandung, Rajagaluh Majalengka dan kemaren Workshop di Kota Yogyakarta berikut dibawah ini adalah jadwal workshop di Kota kota yang akan dikunjunginya

33305608_10216882309880695_6902638251471798272_n

Sebanyak 40 persen sampah Kota adalah sampah anorganik yang sebagian besarnya adalah plastik. “Jikalau ini diterapkan oleh kewilayahan oleh RW atau RT  saja, ini akan sangat bermanfaat, bisa untuk bahan bakar memasak dan lain-lain,” tuturnya. (Kik) 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: