Posted by: scootman | September 18, 2016

Wisata Susur Sungai di Penggarit Pemalang

14316831_10211042416487010_796953916891272380_n

wisata alam  saat ini masih banyak digemari oleh para wisatawan. Pasalnya, pemandangan yang dihadirkan secara natural dan bentangan alam nan indah merupakan teka-teki yang menjadi daya tarik tersendiri. Belum lagi, lukisan alam sebagai hadiah terindah dari tuhan ini dihadirkan dengan sensasi yang berbeda juga merupakan hal yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Salah satunya adalah kegiatan menyusuri sungai dengan suguhan pemandangan yang belum pernah anda lihat sebelumya. Pemalang yang merupakan daerah di deket pantai dan pegunungan sedang menggeliat di bidang pariwisata alamnya .

14183864_1367131496647903_8992675894790792055_n
Akses
Karena tempatnya berada di pinggir kota tidak sulit untuk mencapai lokasi ini
Tidak jauh dari pusat kota Pemalang lokasi wisata susur waluh ini. Dari  alun-alun Pemalang hanya membutuhkan waktu sekitar 25 menit saja untuk sampai ketempat susur sungai.

Tarif
Untuk memasuki area wisata Susur Sungai di kawasan penggarit ini dengan menaiki perahu yang bisa dikatakan murah yaitu Rp.10 ribu untuk orang dewasa dan 5 ribu untuk anak anak .. Perahu jenis ini bisa menampung hingga 10-15 penumpang

silahkan mencoba wisata keluarga yang murah dan terjangkau bagi masyarakat yang ingin berwisata susur sungai di penggarit pemalang (Kik)

Posted by: scootman | September 15, 2016

Momen Idul Adha Orijingan Indonesia donasikan Hewan Qurban

Pemalang -Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada setiap tanggal 10 bulan Dzulhijjah, merupakan hari dimana seluruh umat muslim di seluruh penjuru dunia berkumpul dan melakukan sholat Ied yang diikuti dengan penyembelihan hewan qurban untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang kurang mampu.
Sebagai salah satu komunitas Vespa yang peduli “Orijingan Indonesia menyelenggarakan kegiatan  Berbagi Qurban Idul Adha 1437 H”.
14344299_10210984047747828_7702035726784691614_n

“Kami selalu senantiasa memberikan akses kepada para member  Orijingan  agar bisa menikmati kebahagiaan bersama keluarga, terutama pada kegiatan Orijingan  Berbagi Qurban tidak hanya para scootersit  dan keluarganya saja yang mendapatkan manfaat, tapi juga orang yang membutuhkan,” kata Fasikhin, Senin (12/09/2016).

Tosan Aristo dari Orijingan Pusat Yogya Mc  menerangkan, selain mendekatkan diri kepada masyarakat melalui Orijingan  Berbagi Qurban, diharapkan sebagai wadah kekeluargaan dalam menikmati Hari Idul Adha yang penuh rasa syukur dan kebersamaan.
Dalam rangka hari raya idul adha ( hari raya kurban ), kami yang tergabung dalam wadah pecinta vespa Orijingan Indonesia  ,mengadakan kegiatan  berbagi hewan kurban.

14291673_2080955558796978_1141540371954735464_n

Acara penyerahan 2  ekor kambing yg kami laksanakan pada tgl 12 september 2016, Kali ini tujuan kami ke pondok pesantren AL FURQON di desa Kalibuntu Moga Pemalang Jawa Tengah  perwakilan Orijingan Indonesia yang diwakili dari chapter Pemalang langsung di pertemukan dengan Ust.Umi Nafidzhah  pengasuh pondom pesantren .
” berbuat kebaikan itu di mana pun  bisa , contoh sewaktu kalian  pergi jauh bawa motor (red,TOURING), kalau ada orang membutuhkan pertolongan itu sudah seharusnya kalian bantu dan jangan lupa  sama kewajiban sholat walaupun pergi jauh sekalipun” ujar bro Dikin Perwakilan dari pemalang
Donasi hewan kurban berupa 2 ekor kambing unuk tahun ini di tempatkan di salah satu chapternya yaitu Pemalang,diserahkan langsung dari pihak Orijingan untuk diserahkan langsung dari pihak Orijingan kepada masyarakat saat Idul Adha .Pihak pemalang setelah mengajukan musyawarah akhirnya memilih bantuan dari teman teman.Orijingan diberikan kepada salah satu Pondok Pesantren yang ada di kecamatan Moga yaitu Pondok Pesantren AL FURQON di desa Kalibuntu kecamamatan Moga Pemalang.
Secara Simbolik donasi untuk sebagai bentuk kepedulian kami kepada kaum yang kurang mampu”Ujar Dhuta perwakilan dari Orijingan Pemalang, Senin (12/9/16)
Humas Orijingan Indonesia mengatakan penyerahan Hewan Kurban ini merupakan hasil sumbangan member/anggota Orijingan yang tersebar di berbagai kota di penjuru Nusantara.

14344943_2080953638797170_632421289373037422_n
“Dari dulu kita kedepankan acara sosial, sudh banyak kegiatan-kegiatan social yang dilakukan oleh komunitas kami jadi tidak Cuma kegiatan Touring atau gathering silahturahmi aja di event-event vespa”ucap Hengky
Harapan ke depan Orijingan akan tetap menggalakan acara Sosial secara rutin dan berkala, dia juga berharap Orijingan bias lebih maju dan tertib dalam berlalu lintas dan bias menjadi pelopor lalu lintas dalam berkendara di jalan raya.

Sementara itu pengasuh Pondok Pesantren Al Furqon “Umi Nafidhah”melalui wakilnya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada komunitas Vespa Orijingan yang telah menyumbangkan 2 ekor kambing ke pondok pesantren asuhannya,menurut dia dengan adanya bantuan dari Orijingan ini anak asuh binaanya dan masyarakat sekitar merasa terbantu serta akan diberikan kepda masyarakat yang membutuhkan di sekitar pondok pesantrennya.
“Alhamdulillah kami merasa sangat terbantu semoga Orijingan Indonesia ke depan lebih sukses dan solid selalu”harapnya (Kik)       

Posted by: scootman | September 11, 2016

Factory Visit bersama Superfriends

14199356_10210935589536403_5374085871186047568_n

Pada suatu sore disaat sedang menikmati panasnya kopi hitam, seorang teman dari Pekalongan memberi kabar kalau saya termasuk salah satu orang yg terpilih untuk diajak mengikuti serangkaian factory visit yg diadakan oleh PT.DJARUM untuk ikut acara yang akan berlangsung mulai 4 September – 7 September 2016 dengan rute Pekalongan – Semarang – Kudus. Dengan gembira mimin menyambut kabar tersebut dan setuju untuk bergabung dengan rombongan untuk acara di Semarang dan Kudus.
4 September 2016 pagi hari, berkumpul di hotel sahid mandari pekalongan, bertemu dengan para peserta factory visit yang merupakan orang orang yang sudah dipilih oleh PT.DJARUM wilayah DSO Pekalongan dan Tegal sambil menunggu rombongan dari Tegal datang panitia menyuguhkan berbagai macam acara buat perkenalan kepada para peserta yang akan diikuti sekitar 75 Orang dari berbagai kabupaten yang meliputi Batang,Pekalongan,Pemalang, Tegal dan slawi yang merupakan penikmat rokok DJARUM SUPER acara yang paling seru adalah biasa hiburan musik sebelum peserta dilepas menuju ke semarang dengan tujuan salah satu obyek wisata Klenteng Sam Po Kong.

Selesai dari Sam Pong Kong Peserta menuju ke Hotel yang sudah di tentukan di pusat kota Semarang yaitu Hotel Grand Candi Semarang sampai di hotel sekitar pukul 5.30 sore setelah menuju kamar yang sudah di tentukan oleh panita, peserta harus berkumpul lagi guna mengikuti rangkaian makan malam yang nanti akan di kampung laut dengan makanan sea food, setelah mandi dan melaksakanan shalat Magrib bagi yang beragama muslim Peserta dengan menggunakan 2 bus Pariwisata dengan memakan waktu kurang lebih satu jam kurang sampai di Rumah makan Kampung Laut guna makan malam dengan diiringi organ tunggal .

Selesai acara makan dan hiburan jam 10 Peserta balik ke Hotel guna istirahat karena besok pagi harus sudah siap jalan ke kudus jam 8 pagi , perjalanan akan memakan waktu kurang lebih 1.5 jam dari Semarang menuju kudus kota kretek

Hari kedua
Setelah melakukan sarapan pagi sekitar jam 7 peserta tepat jam 8 pagi menuju tempat duduk di bus yang sudah ditentukan tujuan pertama adalah Factory Visit ke PT. DJARUM KUDUS. Lokasi pertama yang dituju adalah SKT (Sigaret Kretek Tangan) Karangbener. Disana KSL diajak berkeliling, melihat, dan praktik langsung membuat rokok kretek manual sampai proses pengemasan dengan tenaga manusia. Jumlah pekerja yang ada di SKT Karangbener lebih dari 4700 pekerja yang semuanya adalah tenaga kerja wanita yang sudah dibagi berdasarkan tugasnya masing-masing. Produk yang sudah jadi kemudian akan didistribusikan kepada pemesan dengan jumlah tertentu.

14233057_10210913594266535_7225376035460547575_n

Tak puas melihat pembuatan rokok dengan tangan manusia, Superfriends menuju ke SKM (Sigaret Kretek Mesin) Oasis. Nah, disinilah kita melihat mesin-mesin canggih memproduksi rokok yang jumlahnya sangat banyak dalam waktu singkat. Sayangnya, pada bagian ini Superfriends tidak diijinkan untuk mengambil gambar. Lelah berkeliling,Superfriends mampir ke kantin Oasis. Waktu istirahat ini digunakan untuk makan dan sholat.

Agenda berlanjut pukul 13.00 WIB. peserta dikumpulkan di ruang Samanea Saman untuk menonton Company Profil dan Presentasi dari PT DJARUM. Bagian ini adalah saat-saat yang paling menyenangkan karena disamping melihat sejarah PT DJARUM, ada banyak doorprize yang diberikan.

Setelah asik bersenang-senang, perjalanan superfriends  berlanjut menuju PPT (Pusat Pembibitan Tanaman) Oasis. Ada banyak tanaman yang dibudidayakan disini. PPT Oasis punya program sangat menarik dan bermanfaat bagi lingkungan contohnya adalah pemberian bibit gratis dan penanaman trembesi sepanjang jalan pantura sepanjang 1350 KM Merak – Banyuwangi .

Nah, jika dicermati lebih jauh lagi taman itu sebenarnya adalah simbol dari lima pilar Djarum Foundation. Kelima pilar itu adalah Djarum Bakti Sosial (dimulai 1951), Djarum Bakti Olahraga (dimulai 1969), Djarum Bakti Lingkungan (dimulai tahun 1979), Djarum Bakti Pendidikan (dimulai 1984), dan Djarum Bakti Budaya (sejak tahun 1992).

Selepas kunjungan dari taman Djarum Foundation, peserta kembali disuguhkan dengan kegiatan CSR lainnya, yang bahkan menorehkan catatan sejarah dengan tinta emas. Apalagi kalau bukan program olahraga bulutangkis yang telah mencetak legenda-legenda bulu tangkis Indonesia di pentas internasional. Sebut saja misalnya, Liem Swie King, Ardi B Wiranata, Hariyanto Arbi dan masih banyak lagi.

Berkunjung ke PT DJARUM tidak puas jika tidak mencoba lapangan GOR Bulu tangkis terbesar di Asia Tenggara bersama atlet-atlet muda PT Djarum. Yap! Selanjutnya SuperFriends menuju ke Lapangan GOR Bulutangkis. Disanalah kita bertemu atlet-atlet muda Indonesia yang berasal dari Sabang sampai Merauke. Tidak hanya melihat-lihat, Superfriends juga mencoba bermain bulutangkis. Menarik bukan?

Gak teresa guys setelah mengunjungi beberapa tempat di oasis waktu juga yang menunjukan sudah mulai sore dan Superfriends harus bergegas menuju bus guna pulang munuju Hotel di mana nanti malam ada rangkaian acara yaitu malah keakraban atau ramah tamah SuperFriends dengan para Pejabat Pt.Djarum wilayah Semarang.sampai di hotel sekitar jam 6 sore superfrieds bersiap-siap mandi dan melaksanakan shalat Magrib.

Tepat jam 8 acara pun dimulai dari kita yang tadinya ada yang ga kenal selama perjalan 2 hari akhirnya pun sudah saling kenal dan akbrab,dalam acara ini juga diputer hasil bidikan tim dokumentasi selama perjalanan berlangsung dari berangkat sampai ke hotel .

Di dalam acara tersebut juga berbagai game seru banyak doorprice yang dibagikan kepada superfriends juga pengukuhan Superfriend Pekalongan dan Tegal acara ditutup sampai jam 11 malam , acara diselingi canda dan tawa dan joged bersama dengan penyangi dangdut ibukota , gak lupa mimin juga minta selvi dengan para SPG dan penyangi lokal yang mengisi acara ramah tamah tersebut.

Hari Ketiga

seperti biasa bangun pagi morning call , superfriends sarapan pagi dan sampai jam 9 peserta harus sudah bersiap siap untuk chek out untuk pulang ke Pekalongan tempat dimana kita berangkat. di dalam perjalanan pulang di dalam bus peserta saling mengoborl dan ada pula yang berkaraoke bareng .

Nah, itulah sejenggal cerita mengenai Factory Visit kemarin.Factory Visit bukti PT djarum terhadap konsumen dapat melihat langsung ke pabrik dan oasis park yg sungguh megah.

Harapannya, ilmu dan pengetahuan yang didapatkan SuperFriends dapat menginspirasi dan diterapkan di bidang kita ya. See you on next company visit!

Posted by: scootman | August 24, 2016

Festival Wong Gunung (FWG) 2016 sukses digelar

IMG_20160821_103220

Pulosari, Festival Wong Gunung(FWG)  yang digelar diwilayah kaki Gunung Slamet kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang sukses digelar dan dihadiri ribuan orang dari berbagai wilayah di kabupaten pemalang dan kabupaten tetangga seperti Tegal,pekalongan,Purbalingga dan Purwokerto.

Acara yang pertama kalinya digelar tanggal 20-21 Agustus menampilkan berbagai macam kesenian yang ada di kecamatan Pulosari,Adapaun rangkaian acara yang pertama adalah ruwat air panguripan yang diambil di 7 mata air yang berada di Gunung Slamet dan setelah di ruwat dibawa olaeh 12 wanita cantik pilihan yang nantinya air tersebut akan diserahkan kepada 12 kepala desa yang ada di kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang.

Prosesi ruwatan diawali dengan pengambilan air di mata air yang berada di gunung slamet,kemudian di ruwat di juru kunci desa nyalembeng ,setelah diinapkan di ruma tetua adat baru keesokan harinya di bawa ke lokasi Festival di lapangan  Pulosari.

Puncaknya air panguripan di dalam 12 bumbung bambu yang disebut  (Lodong)  yang diberikan kepada Bupati Pemalang H.Junaedi  yang nantinya akan diserahkan kepada 12 Kepala desa yang semuanya menggunakan pakaian adat jawa.

Sebelum penyerahan air suci Panguripan digelar pawai seni dan kirab budaya yang merupakan ciri khas dari kecamatan Pulosaru,diikuti oleh 12 delman atau dokar yang dinaiki kepala desa dan 1 orang wanita cantik pembawa air panguripan serta diawali dengan pasukan paskibraka pembawa bendera merah  putih, pasukan drumband dan mobil hias pembawa gunungan raksasa yang berisikan sayur mayur danb hasil bumi seperti kentang,kol,cabe, terong dan lainnya yang menandakan daerah pulosari adalah daerah yang subur .

KIRAB SENI DAN BUDAYA

 

Sepanjang perjalanan masyarakat yang antusias dengan diadakannya FWG menanti di sepanjang jalan kecamatan guna melihat dari dekat iring-iringan pawai tersebut.,walaupun jalan kecamatan yang sempit pawai dan kirab tersebut berjalan lancar dan aman.

Kirab dan pawai yang berjalan kuranbg lebih 3 km berakhir di pusat kegiatan FWG yaitu lapangan Pulosari disitu jg ada berbagai stan stan pameran produk unggulan dari berbagai instansi,UKM dan pelajar yang ada di kecamatan Pulosari Pemalang.

Setelah pawai dan kirab selesai acara dilanjutkan sesuai rundown yang itu pertujukan kesenian daerah seperti  kuda lumping silakupang,sintren dll acara ditutup dengan penyerahan dsan pembagian air panguripan kepada 12 kepala desa di kecamatan Pulosari oleh Bupati Pemalang H.Junaedi.

Bupati Pemalang didampingi camat Pulosari BPM.Wibowo mengatakan ruwatan air panguripan intinya untuk memohon kepada Allah  agar daerah setempat  khususnya di kecamatan pulosari tidak mengalami sulitan air lagi.

Tujuan dari FWG juga diharapkan jadi ajang untuk mempromosikan kecamatan Pulosari yang kaya akan keiindahan alamnya,FWG ini merupakan kebanggaan warga pulosari ungkap bapak Bupati saat wawancarai oleh bbrapa awak media usai acara .

Sementara itu ,Ketua panita Teguh Setyo Widodo menjelaskan FWG untuk menumbuhkan potensi dalam menyongsong program kecamtan wisata serta ajang promosi potensi alam kuniler san budaya,karena acara FWG ini diisi bergai pertunjukan seni dan budaya unggulan kec.Pulosari seperti sintren dan Jaran Ebeg silakupang ungkapnya “

foto : Judi Cruise & Andika

Posted by: scootman | August 24, 2016

GUNUNGAN SAYURAN RAKSASA DIARAK DI FWG 2016

14040154_1360020750692311_6776776958278379092_n

Pulosari , warga di kecamatan Pulosari pada hari Minggu 21 Agustus 2016 menyaksikan pawai seni dan budaya yang merupakan rangkaian dari Festival Wong Gunung (FWG) dalam pawai tersebut diarak berbagai macam gunungan berukuran raksasa ,  gunungan ini dimaksudkan untuk  wujud rasa syukur kepada Tuhan YME karena  masih diberikan hasil panen yang baik dan harapan semoga kedepan memperoleh hasil yang lebih baik lagi.

Camat Pulosari BPM.Wibowo mengatakan arak arakan gunungan dalam kirab seni dan budaya adalah salah satu rangkaian dalam kegiatan FWG.

Melalui acara kirab gunungan yang dirangkai dengan berbgai macam acara tersebut sambil berdoa bersama tersebut diharapkan petani masih bisa panen terus , yang berdagang semoga dagangannya makin laris, yang bekerja semakin lancar dan yang masih menggangur semoga cepat mendapatkan pekerjaan.

Gunungan raksasa ini dirangkai dan dihias dari berbagai macam sayur mayur, palawija serta hasil bumi warga kecamatan Pulosari, gunungan tersebut dihias sedemikian rupa dan dinaikkan diatas mobil bak terbuka ada pula yang di usung oleh beberapa orang.adapaun iring iringan Gunungan diawali dengan pasukan pengibar bendera , pasukan drum band , pelajar dan tiap tiap desa yanbg ada di kecamatan pulosari dengan menampilkan kesenian atau budaya masing masing.

Melalui acara Festival Wong Gunung saya berharap kepda Tuhan YME agar warga Pulosari dilipat gandakan ekonominya selanjutnya kita syukuri nikmat kemerdekaan ini dengan bekerja mengisi kemerdekaan ungkap camat pulosari “

foto : Judi Cruise

 

13902768_10210645273518684_891998137641693126_n

Dieng Culture Festival  (DCF) 2016 merupakan salah satu event tahunan yang secara rutin digelar di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Dataran Tinggi Dieng secara geografis berada dalam wilayah Kabupaten Banjarnegara dan sebagian di wilayah Kabupaten Wonosobo.  Dieng Culture Festival merupakan kegiatan kebudayaan yang digagas oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, yang dilaksanakan untuk melestarikan kebudayaan dan tradisi, sekaligus sebagai promosi potensi wisata alam di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Acara utama dalam Dieng Culture Festival adalah ritual cukur rambut anak gimbal, dimana dalam tradisi masyarakat di Dataran Tinggi Dieng, anak gimbal, jika hendak dicukur rambutnya harus melalui prosesi ruwatan yang sakral. Tradisi tersebut masih bertahan bertahan hingga saat ini. Dieng Culture Festival merupakan salah satu contoh event yang baik dalam menyatukan seni, budaya, tradisi, alam dan tentunya industri kreatif dalam satu event. Tentunya, kolaborasi ini menghasilkan suatu event dengan daya tarik yang unik, dan menarik. Festival budaya ini, kini memasuki tahun ke-7  penyelenggaraan pada tahun 2016, dengan mengambil tajuk The Soul of Culture . Dieng Culture Festival diselenggarakan pada 5 hingga  7  Agustus 2016.

Hari Pertama DCF 2016
Dieng Culture Festival (DCF) 2016 memiliki tiga acara utama, yaitu acara Jazz Atas Awan, festival lampion dan kembang api, serta rangkaian upacara adat pencukuran rambut gimbal, sebagai acara puncak DCF. Pembukaan DCF 2016 dilakukan pada 5 Agustus  2016, dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Bapak Ganjar Pranowo dan dibuka dengan  Tema DCF tahun ini adalah The Soul of Culture, setiap kebudayaan di dalamnya terdapat pengetahuan dan ajaran yang sifatnya tak tampak (intangible) dan menjadi sumber yang baik untuk kehidupan manusia. Maka dari itu, budayawan Emha Ainun Najib atau yang biasa dipanggil Cak Nun beserta komunitas Kiai Kanjeng didapuk menjadi pembuka DCF 2016.

13975511_10210645406802016_1506746221771450301_o
Festival Film Dieng juga turut menjadi bagian dari DCF 2016. Diadakan di Ruang Teater Museum Kailasa, pengunjung bisa memilih dari tiga waktu pertunjukan dari pagi hingga malam hari.
Salah satu atraksi utama DCF adalah Jazz Atas Awan, yang untuk tahun ini diadakan selama dua malam. Jazz Atas Awan adalah sebuah pengalaman pagelaran musik yang unik karena diadakan di ketinggian 2.100 meter di atas permukaan laut dengan suhu mencapai 4-7 derajat Celcius di malam hari. Penonton harus menyiapkan diri dengan jaket tebal, penutup kepala, dan sarung tangan agar tetap hangat selama pertunjukan.

13962765_10210646540510358_1200682914644651663_n
Pertunjukan musik ini disemarakkan oleh musisi dari berbagai komunitas jazz di Indonesia. Bertempat di kompleks Candi Arjuna, Jazz Atas Awan diawali dengan hadrah dari Dieng Kulon. Komika multitalenta Anang Batas, Candra Mukti dan Yusril Fahriza menjadi pemandu acara Jazz Atas Awan yang selalu memancing gelak tawa dari penonton.
, Jazz Atas Awan berhasil menyedot perhatian ribuan penonton. Penyelenggaraan Jazz Atas Awan dilakukan di Pelataran Timur Kompleks Candi Arjuna. Sensasi berbeda menikmati alunan musik jazz di tengah suhu dingin Dataran Tinggi Dieng (2200 mdpl). Uniknya lagi, para pemegang tiket VIP DCF 2016 dapat menonton jazz sambil membakar jagung yang dibagikan panitia atau sekedar menghangatkan tubuh dengan anglo yang sudah disiapkan panitia. Walaupun demikian, penonton tanpa tiket juga dapat menikmati acara jazz tersebut, meskipun hanya dapat menonton di luar pagar pembatas. Pada malam itu, seluruh bintang tamu tampil luar biasa, terutama  ada kejutan artis iyang hadir pada DCF 2016. Acara Jazz Atas Awan berlangsung hingga pukul 00.00 WIB, menandakan selesainya penyelenggaraan DCF 2016 hari pertama.

Hari kedua DCF 2016
Pada hari kedua penyelenggaraan DCF 2016, dimulai dengan acara ekspedisi mengejar sunrise di Bukit Pangonan, dilanjutkan dengan penanaman pohon dan acara jalan sehat serta minum purwaceng bareng. Kegiatan ini membuktikan bahwa DCF mampu mengkolaborasikan dengan baik seni, budaya, alam dan kesehatan dalam satu event saja. Pada hari kedua DCF 2016, festival lampion dan kembang api yang menjadi puncak acara, diselenggarakan pada malam hari. Pada pukul 19.00 WIB, ribuan orang tumpah ruah di Pelataran Candi Arjuna. Khusus pemegang tiket DCF, panitia membagikan satu buah lampion yang akan diterbangkan bersama-sama. Untuk acara lampion ini, penonton yang tidak mempunyai tiket dapat masuk area lampion, namun bedanya mereka tidak dapat ikut menerbangkan lampion. Acara puncak hari kedua pun dimulai dengan tarian api yang ditarikan di sekitar api unggun dekat dengan panggung utama. Setelah lagu terakhir yang dibawain Anji dengan memberikan aba aba agar penonton mempersiapkan unatuk menerbangkan lampion masing masing.

Ribuan lampion  berhasil diterbangkan malam itu, diiringi dengan kembang api yang ditembakan ke atas langit Dieng. Sekitar pukul 21.00 WIB, acara lampion dan kembang api pun usai dengan kejutan dari panitia mendatangkan artis ibukota Anji dan Mus Mujiono  Acara kemudian dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan di panggung yang berbeda , yang masih dalam pelataran timur kompleks Dieng .

Hari Ketiga DCF 2016
Hari ketiga akan menjadi puncak acara DCF setiap tahunnya. Agendanya, apalagi kalau bukan Ritual Cukur Rambut Gimbal. Pemotongan rambut anak-anak berambut gimbal ini memerlukan ritual khusus dan sakral karena anak berambut gimbal dianggap sebagai titisan dewa. Anak berambut gimbal ini merupakan titisan Eyang Agung Kaladate dan Nini Ronce, yang merupakan leluhur suku dieng dan juga pertapa berambut gimbal pada jaman Majapahit. Apabila rambut gimbal itu dipotong sembarangan, dipercaya bahwa rambut gimbalnya akan tumbuh lagi. Bahayanya lagi, anak tersebut dapat jatuh sakit dan mendatangkan bencana bagi keluarganya. Uniknya lagi, prosesi ini hanya bisa dilakukan atas permintaan (atau persetujuan) anak yang berambut gimbal, dan apapun permintaan sang anak harus dipenuhi oleh orang tua atau walinya. Jangan heran kalau nanti permintaan mereka unik-unik, yah namanya saja anak-anak.


Ritual Cukur Rambut Gimbal pada hari ketiga penyelenggaraan DCF 2016, dimulai dengan kirab budaya keliling Dieng, yang dimulai dari rumah tetua adat Dieng sampai akhirnya finish di dalam kompleks Candi Arjuna. Anak berambut gimbal akan diarak keliling dieng, diikuti dengan beragam sesaji yang disediakan sebagai “ubo rampe”. Tidak ketinggalan pula, performance rombongan pendukung kirab, yang menarikan tarian tradisional pada beberapa titik.
Pengunjung yang mempunyai tiket dapat masuk ke dalam kompleks Candi Arjuna. Sementara itu, pengunjung yang tidak mempunyai tiket hanya menonton dari luar garis pembatas yang telah disediakan panitia. Oh iya, beberapa pengunjung sudah terlihat menempati diri di depan Candi Arjuna maupun di Dharmasala kompleks Candi Arjuna. Mereka mencari spot yang terbaik untuk mengikuti prosesi ritual. Kirab rombongan anak berambut gimbal akan memasuki kompleks Candi Arjuna untuk menuju Dharmasala terlebih dahulu untuk melakukan ritual Jamasan (Penyucian rambut), sebelum nantinya dibawa menuju pelataran Candi Arjuna, tempat dimana ritual cukur rambut akan dilaksanakan.


Sementara itu, di depan Candi Arjuna, wisatawan duduk rapih di depan pelataran candi menunggu datangnya rombongan anak gimbal yang akan mengikuti prosesi ruwatan. Pada tahun ini, ada 11 anak berambut gimbal yang akan menjalani ritual tersebut. Umurnya bervariasi, mulai dari 4 hingga 8 tahun. Permintaan mereka pun unik-unik, antara lain ada yang meminta gelang emas, sepeda, Baju dengan motif Frozen , sepasang marmut , penari lengger, hingga ada yang meminta anak sapi. Permintaan tersebut harus dipenuhi dan diberikan langsung kepada anak tersebut setelah ritual pemotongan selesai. Pemotongan rambut gimbal dilakukan secara bergantian oleh pemangku adat, pejabat daerah, Gubernur Jawa Tengan Ganjar Pranowo, artis ibukota Anji , yang ternyata turut hadir mengikuti ritual tersebut. Setelah semua ritual pemotongan selesai, potongan rambut gimbal tersebut kemudian dihanyutkan ke Telaga Warna yang menandakan bahwa rambut tersebut dikembalikan ke pemiliknya, yaitu Ratu Laut Kidul. Ritual ini disebut ritual pelarungan rambut gimbal. Ritual ini pun menandakan bahwa penyelenggaraan DCF 2016 telah usai.

Pengalaman beda dan unik, saya rasakan saat mengikuti event DCF 2016. Salut saya kepada semua pihak penyelenggara yang mampu menghadirkan event yang secara kreatif mengabungkan budaya tradisi leluhur dengan acara modern yang dikemas secara baik. Tidak heran jika acara DCF, dapat menyedot perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara setiap tahunnya. Jika ada kesempatan pun, saya mau untuk melihat DCF tahun depan. Semoga ya.

Tips bagi penonton yang ingin mengikuti DCF tahun depan:
1.    Harus rajin mengikuti informasi DCF melalui website atau pun Twiiter @FestivalDieng
2.    Pastikan anda membeli tiket terlebih dahulu, dan disarankan untuk memesan penginapan dari jauh hari sebelumnya. Anda dapat memesan hostel, homestay di sekitar Desa Dieng Wetan dan Dieng Kulon. Beberapa agen wisata juga menjual paket tiket dan penginapan sekaligus.  Sebagai informasi, tahun ini, panitia menjual tiket VIP seharga Rp. 250.000,00/ tiket terusan tiga hari penyelenggaraan DCF 2016, yang dapat di beli melalui Website Resmi DCF 2016.  Bagi para pemegang tiket, selain mendapat keuntungan saat berada di dalam venue, pemegang tiket juga mendapat goodie bag yang berisi kaos DCF, kain batik, gelang, dan buku petunjuk acara.
3.    Karena suhu Dieng yang dingin, maka wajib bagi anda untuk membawa pakaian tebal, sarung tangan, atau keperluan lainnya.
4.    Akses menuju Dieng, sangatlah mudah terutama bila dijangkau dari Wonosobo. Jalanan yang berliku, membuat anda harus ekstra waspada.
5.    Ajaklah sebanyak mungkin teman anda, semakin banyak maka semakin seru pula.
6.    Usahakan anda meluangkan waktu lebih, karena Dataran Tinggi Dieng sangatlah luas dan beragam tempat wisata yang dapat anda datangi dan sayang jika dilewatkan. Jika yang menyukai wisata alam, anda bisa menyempatkan untuk mendaki Puncak Sikunir maupun Gunung Prau, dimana anda dapat melihat matahari terbit nan elok.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah

Posted by: scootman | August 8, 2016

Ritual pemotongan anak anak berambut gimbal di Dieng 2016

13938192_10210633425142482_6362374333137400761_o

Banjarnegara  – Tembang Jawa macapat Dandang Gula menandai dimulainya prosesi pemotongan rambut gimbal di Kompleks Candi Arjuna, Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (7/8/2016).

Sesekali, Ulfi Silviana yang masih berusia tiga tahun menoleh ke belakang. Ia tetap tidak mau turun dan bermain bersama anak-anak lainnya.Anak yang rambutnya gimbal itu lebih memilih di gendongan neneknya. Ketika dipanggil dengan nama panggilan Silvi, ia menoleh, tetapi kemudian wajahnya disembunyikan.“Anak ini memang malu-malu,” kata kakek Silvi, Dulmajid, yang ikut serta mengantarkan cucu tersayangnya itu.

Dulmajid, warga Wonosobo, Jawa Tengah, tersebut mengungkapkan bahwa orang tua harus mengabulkan keinginan anak sebelum prosesi ruwatan dan pemotongan rambut gimbal dimulai.Keinginan Silvi cukup unik, yakni dua pemain Lengger yang mengantar serta kalung emas. “Alhamdullilah, permintaannya sudah saya penuhi,” kata Dulmajid kepada wartawan di Dieng,

IMG_20160807_111239

Ia mengatakan, rambut gimbal Silvi muncul begitu saja sejak berusia dua tahun. “Sebelum muncul rambut gimbal, anak tersebut panas badannya. Sudah diperiksakan ke dokter dan dinyatakan tidak apa-apa, hanya panas biasa. Namun kemudian, pagi harinya muncul rambut gimbal,” katanya.

Berbeda dengan Silvi, Zifara Khirunnisa atau biasa dipanggil Fara malah terus berpose di depan kamera. Bahkan, bocah berusia empat tahun itu tidak canggung ketika diminta bergaya.

IMG_20160807_115828

“Anak ini memang tidak malu-malu dan tak takut kalau ditanya-tanya. Ia hanya meminta lima buah durian dan uang berwarna merah,” kata Rokhanah, ibu Fara.

Gaya anak-anak berambut gimbal itu memang beragam, sama seperti permintaan mereka sebelum prosesi ruwatan dilaksanakan. Selain Silvi dan Fara, sembilan anak lainnya yang rambut gimbalnya akan dipotong juga memiliki bermacam-macam permintaan yang unik.

Misalnya saja, Madina Jauza yang berusia 6,5 tahun yang minta baju bergambar animasi Frozen. Anak lainnya meminta boneka, marmut, karet gelang, bahkan ada yang minta anak sapi.

PROSESI RUWATAN

IMG_20160807_100621
Prosesi ruwatan dimulai dari rumah tetua adat setempat di Dieng, Batur, Banjarnegara. Anak-anak berambut gimbal yang hendak diruwat dikumpulkan. Di tempat itu, juga telah disiapkan segala sesuatu yang diminta oleh anak-anak tersebut.

Dari rumah tetua adat, mereka mengikuti arak-arakan keliling kampung di dataran dengan ketinggian di atas 2.000 meter di atas permukaan laut. Kemudian, ke-11 anak dibawa ke Kompleks Dharmasala untuk mengikuti jamasan rambut. Air jamasan diambilkan dari Sendang Sedayu.

CpPPzkdUIAARVPj

Anak-anak lalu dibawa ke Kompleks Candi Arjuna, Dieng, untuk dipotong rambutnya. Setelah tembang Dandang Gula dilantunkan, prosesi pemotongan rambut pun dimulai. Yang memotong rambut adalah para sesepuh dan pejabat sekitar.

Sesepuh di dataran tinggi Dieng yang juga memimpin prosesi ruwatan rambut gimbal, Naryono, mengatakan bahwa prosesi pemotongan rambut gimbal merupakan tradisi yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam.Menurut Naryono, yang dulunya juga merupakan anak berambut gimbal, rambut gimbal umumnya dialami sebagian penduduk di kawasan lereng empat gunung, yakni Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Prahu dan Gunung Rogojembangan.

“Jadi, kalau ada permintaan dari anak berambut gimbal, harus dipenuhi. Jika permintaan telah dikabulkan orang tuanya, pemotongan rambut gimbal baru dapat dilaksanakan,” ujarnya.Dari cerita turun temurun di wilayah empat gunung itu, fenomena rambut gimbal pasti bakal terjadi.Menurut kepercayaan masyarakat setempat, anak-anak yang rambutnya gimbal merupakan titipan Anak Bajang dari Samudra Kidul. Mereka merupakan titisan dari Eyang Agung Kolotede bagi anak laki-laki dan perempuan merupakan titisan dari Nini Dewi Roro Ronce.

Dulu, warga menganggap bahwa anak yang berambut gimbal adalah sukerta yang berarti sial atau kesedihan. Namun dalam perjalannya, ruwatan pemotongan rambut gimbal ternyata telah menjadi agenda wisata kultural Dieng yang setiap tahunnya digelar dan masuk dalam agenda Dieng Culture Festival.

11845018_10207749072875478_2046151858741718731_o

BANJARNEGARA – Pergelaran “Dieng Culture Festival (DCF) VII” yang akan digelar di kompleks Candi Arjuna, Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, 5-7 Agustus 2016, bakal meruwat 11 anak berambut gimbal.

“Target kami sebenarnya tujuh anak berambul gimbal namun ternyata yang mendaftar mencapai 11 anak. Kami akan berupaya memfasilitasi mereka semua,” kata Ketua Panitia DCF VII Alif Faozi di Banjarnegara, Selasa.

Menurut dia, sebagian besar anak berambut gimbal yang akan mengikuti ruwatan tersebut berasal dari Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo.

“Ada satu yang berasal dari Jakarta,” katanya.

Dari 11 anak berambut gimbal itu , kata dia, ada satu anak yang permintaannya cukup unik dan sederhana karena hanya berupa karet gelang. Menurut dia, permintaan anak-anak berambut gimbal yang akan diruwat itu harus dipenuhi sebagai satu di antara syarat ruwatan.

20284_10207730536172072_5052085126887001828_n

Selain itu, lanjut dia, pemotongan rambut gimbal atau ruwatan harus dilakukan atas keinginan anak, bukan kehendak orang tuanya. Lebih lanjut, Alif mengatakan prosesi ruwatan anak berambut gimbal itu merupakan acara puncak DCF VII yang dilaksanakan pada hari Minggu (7/8/2016).

“Pergelaran DCF VII dilaksanakan pada tanggal 5-7 Agustus dan sebagai acara puncaknya berupa ruwatan anak berambut gimbal. Berbagai rangkaian acara telah disiapkan, antara lain pergelaran ‘Jazz di Atas Awan’ yang biasanya hanya satu malam, kali ini dua malam,” kata dia yang juga Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara.

11800563_10207749441764700_2112109394483694939_n

Terkait prosesi ruwatan anak berambut gimbal, dia mengatakan pihaknya berupaya menampilkan berbagai inovasi guna menarik minat wisatawan.

“Kebetulan tahun ini kami mendapat bantuan dari Kementerian Pariwisata berupa kereta kencana yang akan digunakan saat kirab menjelang ruwatan,” tambahnya.

Ia mengatakan sebelum anak-anak berambut gimbal dibawa masuk ke kompleks Dharmasala untuk prosesi jamasan atau pencucian rambut, mereka terlebih dulu akan menyaksikan atraksi kirab. Dengan demikian, kata dia, pihaknya akan menyiapkan panggung bagi anak-anak berambut gimbal yang akan diruwat.

“Selama ini, anak-anak berambut gimbal yang telah diruwat, langsung dibawa pulang oleh orang tuanya, padahal atraksi dalam kirab itu ditujukan sebagai hiburan bagi mereka. Oleh karena itu, mereka dipersilakan menyaksikan kirab sebelum dibawa masuk ke kompleks Dharmasala,” jelasnya.

Dalam kirab kali ini, kata dia, pihaknya memberi kesempatan kepada 100 wisatawan untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan mengenakan pakaian adat masing-masing. Ia mengharapkan DCF VII yang merupakan agenda wisata tahunan itu dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Dieng.

Posted by: scootman | July 27, 2016

Cara mengatasi busi vespa yang hitam basah dan mati

Busi-Kotor

Kerap sekali penggemar Vespa dibuat jengkel dengan masalah yang satu ini yaitu soal busi, sering kali busi vespa hitam, basah atau busi banjir oli yang sudah berwarna hitam pekat sehingga menjadikan busi mati, apalagi jika ditengah perjalanan jauh. Vespa merupakan kendaraan yang sering bermasalah dengan pengapian, yang paling terjadi yaitu hilangnya pengapian pada busi.

Masalah ini cenderung lebih sering terjadi pada Vespa yang sudah berumur lanjut, banyak diskusi dan tanya jawab dilakukan antar penggemar  Vespa yang umumnya tergabung di komunitas-komunitas, mereka mengeluhkan perihal yang sama, berikut ini merupakan tips cara mengatasi permasalahan pada busi Vespa.

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab busi vespa mati, diantaranya sebagai berikut:

  1. Campuran pelumas pada bahan bakar terlalu banyak, sehingga busi terlihat terlalu basah dan cepat kotor berwarna hitam.
  2. Campuran pelumas pada bahan kurang, sehingga membuat ruang pembakaran terlalu panas, busi menjadi sangat kering.
  3. Pengapian dari platina yang kurang stabil, membuat busi terganggu menghantarkan pengapian
  4. Cuaca hujan yang sering membasahi vespa kita, terkadang air masuk ke silinder dan membuat busi basah, dst.

keramik-elektrode

Diantara beberapa hal diatas tentunya masih banyak faktor-faktor penyebab dan kerusakan pada busi yang belum saya sebutkan, yang paling sering membuat kita jengkel yaitu hilangnya pengapian pada busi di saat vespa sedang jalan, sangat berat rasanya jika bepergian dengan vespa terus tiba-tiba busi mati, kadang situasi posisi tepat yang tidak mendukung, atau sedang jauh dari bengkel dan toko onderdil, hal ini semakin membuat perasaan kita menjadi semakin kacau.

Tips dari saya yaitu segera untuk membongkar busi anda dan pecahkan keramik pembungkus electrode pada busi kemudian panaskan dengan korek api, dan kembali pasangkan busi pada silinder.

Jangan lupa sebelum memasangkan busi bersihkan dulu kepala busi dengan alat seadanya (yang sering menggunakan kertas gosok/ kikir). Mudah mudahan bermanfaat bagi anda.

13694119_120300000039499370_1678320577_o
nasibmu pencari SIM
Nah ngomongin soal SIM lagi, kali ini ada kabar tidak sedap yang diterima oleh para pencari SIM, baik itu yang perpanjangan ataupun bikin SIM baru. Setelah semua proses pembuatan SIM dijalani, nyatanya pencari SIM tidak dapat langsung menerima SIM yang menjadi haknya.
material SIM habis
Hal ini bisa terjadi dikarenakan pihak kepolisian yang bertanggungjawab tentang SIM ini berdalih material SIM habis. Sebagai orang awam tentu saja mase tidak mengetahui alasan kenapa material SIM yang sangat vital tersebut bisa habis.
ingat kasus STNK dan plat nomor
Nah tentu saja kasus ini mengingatkan kita mundur beberapa waktu yang lalu dimana material STNK dan plat nomor kendaraan juga habis. Kalau tidak salah dulu masalah ini timbul akibat masalah tender ya.
Diganti surat sakti

fb_img_14686339662351
Karena beralasan material SIM tidak ada dan tentu saja tidak mungkin dilakukan pencetakan SIM, maka jangan heran jika pencari SIM saat pulang dari satlantas hanya akan membawa selembar kertas atau surat. Itulah surat sakti sebagai pengganti SIM yang kabarnya akan jadi dalam 2 minggu atau 1 bulan ke depan. Berdoa saja biar bisa cepet.
dan berikut curhatan para pemilik surat sakti tersebut .

Older Posts »

Categories

Nice Camp Outdoor Activities

Sewa Peralatan Kemping Kemah Camping, Sewa Tenda Kemping Kemah Camping

" BerScooTer KitA BeRsAudara "

"Jabat Erat PerSaudaraan scooterist"

%d bloggers like this: